March 04, 2010

Kilas Balik Game 2D

Contoh Frame



Kali ini saya akan sedikit membahas tentang teknologi dalam game 2D dimana seperti yang kita ketahui dalam perkembangan video game saat ini dibagi dua menurut dimensinya yaitu dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). game 2 dimensi dapat dikenali berdasarkan ruangnya yaitu hanya sumbu x dan sumbu y (hanya 2 sisi). Sedangkan penggambarannya bisa berdasarkan bitmap maupun vector. Untuk pembuatan animasinya seperti melompat, berlari, berjalan, kita harus membuat gambar satu persatu, yang nanti apabila digerakkan bergantian secara cepat akan seperti sebuah gambar yang bergerak, hal ini dinamakan frame. Kerealisasian gerakan ditentukan dari gambar yang dibuat, jumlah gambar(frame) yang digunakan, serta hitungan gambar per detik (frame per second ( semakin tinggi hitungan gambar per detik maka semakin mulus gerakan yang akan dihasilkan)).

Awal Mula Game Bergrafik 2 Dimensi

Dahulu kala game tidak dibuat menggunakan video, tapi game dibuat karena beberapa orang tertarik dengan pergerakan vector di radar. Dari situlah mulai muncul ide-ide untuk membuat game salah satunya adalah permainan yang diberi nama tenis for two yang diciptakan di mesin dengan control untuk menggerakkan vector pada layar mesin tersebut yang dikenal dengan vector display. Sekitar tahun 1970an ditemukan konsul game (console game) yang membuat game dengan grafik dua dimensi muncul ke permukaan, beberapa game yang terkenal dengan grafik 2 dimensinya adalah:

Pong : game yang dibuat berdasarkan permainan tenis meja ini adalah game bergrafik dua dimensi yang pertama yang bisa dimainkan oleh dua orang, game ini terdiri dari duah buah pemukul dan 1 bola virtual. Tujuan dari game ini adalah sama dengan tenis meja dimana para pemain harus memukul bola secara bergantian hingga salah satu tidak dapat memukul (mengenai) bola tersebut.


PONG


Space invader: merupakan game arcade bergrafik dua dimensi pertama kali yang dibuat pada tahun 1978 oleh Tomoshiro Nishikado. Dimana tujuan game ini adalah menembak jatuh kapal musuh yang berupa pesawat alien di setiap levelnya. Sampai sekarang banyak yang mengadopsi gameplay dari permainan ini. Hal inilah yang membuktikan bahwa game akan menarik jika gameplay yang diciptakan menarik dibandingkan dengan grafik game itu sendiri.


space invader

Legend Of Zelda : ini adalah game RPG dua dimensi yang pertama kali dapat melakukan save data, sehingga user tidak perlu mengulang lagi permainan dari awal setiap mematikan console gamenya tapi dapat memulai dari tempat dimana ia menyimpan data game tersebut. Game ini dibuat oleh Shigeru Miyamoto, beliau juga menciptakan game arcade terkenal lainnya yaitu Donkey Kong dan Super Mario Bros.

Legend Of Zelda


Konsep pembuatan dari game 2D

Akhir-akhir ini kemajuan game sangatlah pesat, kemajuan game tersebut didukung juga oleh platform yang digunakan untuk memainkannya sehingga game tersebut makin terlihat lebih real atau mendekati kenyataan. Tidak seperti waktu saya kecil dulu, bermain dengan game 2D yang monoton dan membosankan. Game 2D memiliki konsep awal yang disebut dengan side scrolling background, meskipun sampai sekarang banyak game modern 3D yang masih menggunakan konsep in.

Side Scrolling Screen Game

Merupakan sebuah konsep dimana semua objek berada pada satu bidang datar. Game yang diciptakan dengan konsep ini memiliki arti actor utama dalam game tersebut tidak akan bisa kita gerakkan sesuka hati kita karena gerakan pada game 2D hanya terbatas pada sumbu x dan sumbu y atau gerakan horizontal dan vertical. Game 2D ini terdapat 2 pergerakan kamera, yang pertama adalah statis dimana gambar background tempat game 2D tidak bergerak sama sekali dapat kita ambil contoh pada permainan tetris. Yang kedua adalah side scrolling dimana game yang memakai konsep ini kameranya akan bergeser ke kanan atau ke kiri dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan karakter yang kita mainkan, contoh gamenya adalah sonic, super Mario bros, dll.

ISOMETRIC PROJECTION GAME

Setelah munculnya game 2D muncullah game dengan tampilan 3D datar (3D Plaine) hal ini sering membuat bingung karena sering disebut game 2D tapi mereka tidaklah sama. Game seperti ini bukan 2D tapi tidak juga full 3D. Biasanya gameplaynya memang mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara horizontal dan vertical namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori grafik seperti ini disebut dengan 2.5D atau pseudo-3D sedangkan pada istilah game lebih dikenal dengan isometric/diametric atau bahkan trimetric projection. salah satu hal yang membuat developer game membuat game seperti ini mungkin karena pada saat itu pemrosesan 3D secara total menggunakan banyak waktu dan biaya untuk membuatnya.

Seperti yang dibahas sebelumnya untuk pergerakan animasi objek-objek pada game 2D seperti berlari, melompat, loncat dan lain sebagainya para developer game 2D harus membuat gambar satu persatu yang disebut dengan frame. Kerealisasian gerakan ditentukan dari gambar yang dibuat, jumlah gambar(frame) yang digunakan, serta hitungan gambar per detik (frame per second ( semakin tinggi hitungan gambar per detik maka semakin mulus gerakan yang akan dihasilkan)). Teknik untuk membuat animasi seperti ini disebut sebagai sprite. Sprite adalah sebuat objek grafis yang berdiri sendiri yang dapat bergerak bebas pada layar computer. Sprite ini dikembangkan karena penciptaan video games yang makin kompleks dan memerlukan cara pengolahan gambar berkualitas tinggi yang cerdas tanpa mengganggu pola alur permainan itu sendiri. Cara yang popular dipakai adalah dengan design master yang secara selektif ketika dibutuhkan oleh sebuah code yang dipetakan kedalam posisi unik dari masing-masing design untuk kemudian ditampilkan dalam layar. Sprites sendiri sering digunakan dalam pembuatan gambar statis maupun dinamis dimana setiap posisi dari masing-masing design ditentukan oleh hardware controller.

PERSONIL DAN BEBERAPA GAME TOOL UNTUK MEMBUAT GAME 2D

Untuk membuat suatu game 2D sebaiknya bekerja secara kelompok yang terdiri dari 3-4 orang jika kurang sebaiknya ada personil merangkap dua pekerjaan :

Programmer

Untuk posisi ini, satu orang pun cukup syaratnya adalah orang tersebut harus programmer software yang dipakai oleh studio gamenya dalam membuat game. Misal nya jika studio dalam pembuatan game tersebut menggunakan macromedia flash, maka programmer tersebut haruslah seorang yang ahli dibidang flash action script

Graphic Design

Posisi ini juga cukup di isi oleh satu orang tapi untuk menghasilkan hasil yang lebih baik dibutuhkan kurang lebih 3 orang berhubung output tampilan yang baik akan menarik game tersebut untuk dimainkan. Posisi ini tugasnya adalah mendesain karakter, lokasi, dan objek-objek yang berada di game tersebut. Software yang dibutuhkan di posisi ini adalah yang berhubungan dengan desain mendesain seperti corel draw maupun adobe photoshop.

Music Composer

Game akan lebih menarik jika terdengar suara pada saat memainkannya, oleh karena itu posisi ini juga posisi yang penting, penciptaan desain gambar dan alur permainan akan lebih terasa jika suara atau sound yang dihasilkan sesuai dengan goal dari game tersebut.

Game konsep

Orang yang berada di posisi ini adalah yang merancang inti dari game tersebut yaitu gameplay nya sendiri, story line yang dinginkan, dan bagaimana suatu game dapat menarik hingga membuat orang ingin memainkannya terus menerus. Semua ide tersebut berasal dari posisi ini, walaupun satu orang yang menjabat posisi ini tetapi semua personil yang ada pada saat pembuatan game tersebut wajib ikut serta dalam rapat pembuatan gamenya, karena game yang dibuat harus seusai dengan kemampuan semua personil yang ada. Contoh: Studio game Anda akan membuat sebuah game yang bercerita tentang balapan, tetapi programer pada studio anda tidak bisa melakukan scripting untuk membuat object mobil jagoan bisa berbelok dengan mulus, begitu juga dengan bagian sound tidak bisa membuat suara mesin mobil hal ini akan mengakibatkan game tentang balapan itu tidak bisa dibuat, maka lakukanlah rapat terlebih dahulu tentang game yang akan dibuat

Kurang lebih pada tahun 1990an, adalah era munculnya game 3D hal ini membuat developer game 2D menjadi berkurang dan beralih ke game 3D yang lebih inovatif. Hal tersebut disinyalir juga karena perkembangan console game itu sendiri sehingga membuat para developer tidak ingin membuang-buang waktu dalam membuat game 2D. walaupun game 2D mulai dilupakan tetapi gambar 2D masih tetap berperan dalam pembuatan game yang bertipe 3D contohnya adalah digunakannnya game 2D dalam pembuatan texture unruk object dalam game, sebagai speedometer dalam pembuatan game racing, dan terakhir adalah sebagai latar belakang game tersebut (pembuatan langit, dll). Semoga dengan sedikit pembahasan ini, dapat menambah ilmu anda.